Aku diantara abai mu
Malam itu, aku menemukanmu (lagi) Dibawah temaram cahaya yang syahdu Kau tersenyum lembut diikuti anggukan malu Cara sederhanamu berlaku Cara indahmu bertutur kata Caramu menghargai perasaan, Berusaha tidak melukai meski dengan cara tak peduli Tak menahan juga tak menyuruh pergi Namun, berhasil mengorbit di kepalaku setiap hari Aku pernah melakukan hal hal diluar batas mampuku, Kupikir semua akan sesuai dengan versimu, nyatanya Belasan tahun yang terbilang lama pun tak cukup mengubah apapun Dan segala keindahan peranmu di hatiku Biarkan tesimpan di ruang tersendiri Meski banyak ketidakmungkinan untukku bersamanya izinkan aku mendoakan sejuta kebaikan untuknya